
fotto care1
Singaraja, 20-02-2024 Safir law news,wawancara eklusif dengan Firmansyah.SH Ketua dan Bung Chefy seketaris Pragib relawan pemenangan Bali,NTB dan NTT . Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat yang kuasa Allah SWT, Bapak Prabowo Subianto dan Mas Gibran Rakabuming Raka Menang di Bali, NTB dan NTT, semua ini tentunya adalah kemenangan kita semua rakyat Indonesia saya Firmansyah.SH selaku Ketua Koordinator Relawan dan Bung Chepy Seketaris Koordinator Relawan Pas Gibran Bali,NTB dan NTT, hari ini bersyukur dengan perjuangan yang begitu berat, baik pikiran, tenaga, waktu dan uang/Biaya membangun jaringan relawan membentuk sel-sel relawan sampai tingkat desa dari kota sampai plosok pedalam. pagi siang sore malam kami berjuang tuntutan dari relawan bawah tentang dana, anggaran dan Apk semua adalah tantangan yang kami hadapi berat-berat sekali kami berjuang di bawah.memberikan pemahaman, pengertian dan membuka wawasan masyarakat luas terlebih khusus relawan agar cinta dan tumbuh rasa sayang dan simpati sehingga muncul rasa keihlasan berbuat untuk bapak Prabowo dan Gibran. Setahun kita berkerja, membangun jaringan membangun kesadaran menumbuhkan simpati ditengah masyarakat, relawan bekerja bahu membahu pasukan udara bekerja dengan gencar membangun opini dan preming Prabowo Gibran.dan hari ini kita bersyukur, pada saat ditanya apa brending terbaik, dan bagaimana ekonomi yang timpang Bali Utara dan Selatan, pembangunan yang tak merata Bali Utara yang seakan terisolir tidak dirambah dan digaraf dengan baik, hampir seluruh linding sektor tidak berjalan hal inilah yang ahirnya menjadi kajian kami, 2 kali Gubernur Orang Singaraja, mangku Pastika 2 Priode dan satu kali Koster tapi kami masyarakat Buleleng, tidak melihat perkembangan yang begitu pesat pada daerah kami seperti adanya kekuatan politik yang menginginkan masyarakat Buleleng tidak maju dan tidak berkembang, ada satu peninggalan pemerintahan Mangku Pastika tentang sekolah pemerintah SMA taruna Bali Mandara yang di biayai pemerintah daerah, hal ini positif buat anak anak Bali yang tersandung di ekonomi karena keadaan sangat tertolong karena anaknya cerdas dan sekolah ini free alias Geratis dibiayai pemerintah, ini harapan anak anak muda Bali dapat sekolah disekolah vaporit, dan pada saat semua mulai punya mimpi hal ini menjadi pupus atas keputusan pak Koster yang menyatakan Daerah tidak ada dana untuk membiayai dan melanjutkan sekolah ini, kalau mau setiap keluarga yang anaknya sekolah terpusat dan ada asrama ini membayar sebulan hampir 1 juta bahkan lebih, ahirnya sekolah ini berubah menjadi sekolah yang berbasis pada ekonomi, padahal semua itu bisa di atur antara satu dengan lainnya bisa bersinergi saling membagi, Bandara Bali Utara adalah simbol kembali kejayaan Bali Utara, dan akan kembali pada jaman kejayaan atau keemasan lepaskan kami dari kemiskinan , kebodohan. rakyat bali sudah jenuh dengan janji dan politik Pembodohan dan pemiskinan kami rakyat bali sadar saat ini bahwa kami selama ini adalah korban yang akan dijadikan maksa politik 5 tahunan, kami hanya rumput yang pada saat musim pemilu di sabit atau tempat banteng merumput, setelah kenyang pulang kekandang.menjadikan rakyat cerdas dan pintar butuh proses dan waktu yang tak gampang, tapi alhamdullah, puji tuhan, astungnkara niat suci kami, didengar oleh Nya, dan direstui alam semesta dalam waktu satu tahun semua terbentuk dan berjalan dengan baik cepat tepat sasarannya itu semua bukan kami yang hebat, tapi alam memberkati hingga saat ini, Prabowo Gibran menang, banyak yang mengklaim kemenangan ini saya yang bekerja, tidak ada yang akan jadi tanpa restu dari Nya, alam semesta dan leluhur bekerja, karena kami juga menjalankan ritual yang bukan kemauan sendiri tapi perintah sang semesta raya untuk membantu Prabowo Gibran Menjadi
presiden dan wakil presiden, perjalanan sepirit kami memintakan restu Prabowo Gibran, di petilasan Kanjah Mada didesa Jabung ( jagat bumi agung) lanjut kami ke candi Ceto untuk mohon bantuan dan kepantai parangkusomo mohon petunjuk dan restu dan ditutup di puncak panggending makan eyang sambernyawa
0 Komentar